Rabu, 11 April 2012

Jual Manisan Cianjur


Jenis-Jenis Manisan

Ada tiga jenis manisan, yaitu manisan basah, manisan kering, dan acar. Satu jenis buah dapat dibuat menjadi manisan basah, atau manisan kering, atau acar.

Manisan Basah
Manisan basah adalah manisan yang diperoleh setelah penirisan buah dari larutan gula. Manisan basah mempunyai kandungan air yang lebih banyak dan penampakan yang lebih menarik karena serupa dengan buah aslinya. Manisan basah biasanya dibuat dari buah yang keras. Contoh buah untuk manisan basah adalah:

Contoh:
  • Kolang kaling
  • Mangga
  • Kedondong
  • Salak
  • Pepaya
  • Ceremai
  • Belimbing
  • Jambu biji
  • Nangka

Manisan Kering
Manisan kering adalah manisan yang diperoleh setelah buah ditiriskan kemudian dijemur sampai kering. Manisan kering memiliki daya simpan yang lebih lama, kadar air yang lebih rendah, dan kadar gula yang lebih tinggi. Manisan kering biasanya dibuat dari buah yang teksturnya lunak. Contohnya buah untuk manisan kering adalah:

Contoh:
  • Kedondong
  • Asam jawa
  • Bengkuang
  • Pala

Acar
Acar adalah manisan yang cita rasa cukanya sangat terasa. Contoh acar dari buah adalah:

Contoh:
  • Mentimun
  • Wortel
  • Kedondong
Manisan yang tersedia:

Liko Rp. 45.000,- / kg
Cereme Rp. 45.000,- / kg
Malaka Rp. 40.000,- / kg
Salak Rp. 35.000,- / kg
Mangga Rp. 35.000,- / kg
Kedongdong Rp. 35.000,- / kg
Mangga kering Rp. 70.000,- / kg
Pepaya kering Rp. 60.000,- / kg

Minimal pemesanan 30 kg untuk seputaran Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Sukabumi

Apa itu manisan?

Manisan buah adalah buah-buahan yang direndam dalam larutan gula selama beberapa waktu. Manisan biasanya dimakan sebagai hidangan pelengkap untuk merangsang nafsu makan. Teknologi membuat manisan merupakan salah satu cara pengawetan makanan yang sudah diterapkan sejak dahulu kala.Perendamanan manisan akan membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airnya berkurang. Keadaan ini akan menghambat pertumbuhan mikrobaperusak sehingga buah akan lebih tahan lama.

Pada awalnya manisan dibuat dengan merendam pada larutan gula hanya untuk mengawetkan. Ada beberapa buah yang hanya dipanen pada musim-musim tertentu. Saat musim itu, buah akan melimpah dan kelebihannya akan segera membusuk apabila tidak segera dikonsumsi. Untuk itu manusia mulai berpikir untuk mengawetkan buah dengan membuat manisan. Manisan juga dibuat dengan alasan memperbaiki cita rasa buah yang tadinya masam menjadi manis. Setelah berkembang menjadi komoditas, manisan mulai diolah dengan berbagai tambahan bahan, seperti pemutih, pengenyal, pengering, atau gula buatan.